Sabtu, 31 Maret 2018

Penjelasan Tentang Buku Jari Berbunyi Saat Digeretakkan

Penjelasan Tentang Buku Jari Berbunyi Saat Digeretakkan

Saat kita menggeretakkan buku-buku jari, selalu muncul suara mirip bunyi patahan.

Sebenarnya, para ilmuwan juga telah memperdebatkan asal dari suara ini sejak lama, hampir selama satu abad.

Hal ini akhirnya mendorong peneliti asal AS dan Perancis untuk menyelidikinya.

Dalam laporan yang diterbitkan di Scientific Reports, Kamis (29/3/2018), karakteristik suara karena menggeretakkan buku jari dapat dijelaskan lewat tiga persamaan matematika.

Model penelitian mereka menegaskan bahwa suara berasal dari gelembung-gelembung kecil dalam cairan sendi pecah karena tekanan berubah.

Peneliti asal Perancis, Vineeth Chandran Suja membunyikan buku-buku jarinya dan ia kemudian mengembangkan serangkaian persamaan dengan dosennya, Dr Abdul Barakat dari École polytechnique, Perancis, untuk menjelaskan suara khas tersebut.

"Persamaan pertama menggambarkan variasi tekanan di dalam sendi saat kita membunyikan buku-buku jari," kata Suja kepada BBC News, dilansir Kamis (29/3/2018).

"Persamaan kedua adalah persamaan terkenal yang menggambarkan variasi ukuran dan gelembung dalam menanggapi variasi tekanan".

"Dan persamaan ketiga adalah penggabungan variasi ukuran gelembung ke gelembung yang menghasilkan suara," imbuhnya.

Menurut Suja, persamaan ini membentuk model matematis yang menggambarkan suara retakan buku jari.

"Saat kita membunyikan buku-buku jari, kita benar-benar memisahkan sendi. Saat kita melakukan itu, tekanan menurun. Gelembung muncul dalam cairan yang melumasi sendi, namanya cairan sinovial," jelasnya.

Ia menambahkan, selama proses menggeretakkan buku jari, ada variasi tekanan di sendi yang menyebabkan ukuran gelembung berfluktuasi dengan sangat cepat dan menyebabkan suara.

Teori yang saling bertentangan

Model ini berhasil menjembatani dua teori yang saling bertentangan.

Teori tentang munculnya suara saat menggeretakkan buku jari pertama kali dikemukakan pada 1971.

Teori ini diuji 40 tahun kemudian dengan percobaan yang menunjukkan gelembung bertahan dalam cairan lama setelah buku-buku jari digeretakkan.

Model matematika kemudian muncul untuk menunjukkan bahwa hanya butuh sebagian gelombang yang pecah untuk menghasilkan suara. Dengan demikian, gelembung-gelembung kecil dapat bertahan di dalam cairan sendi setelah buku jari digeretakkan.

Penelitian baru Suja dan timnya menunjukkan bahwa tekanan yang dihasilkan oleh pecahnya gelembung menghasilkan gelombang suara yang dapat diprediksi secara matematis, serta diukur secara eksperimental.

Ini juga dapat menjadi jawaban untuk beberapa orang yang tidak dapat membunyikan buku-buku jari mereka.

"Jika Anda memiliki ruang besar antar tulang di buku-buku jari, tekanan dalam cairan tidak turun cukup rendah untuk memicu suara," ucap Suja.

0 komentar:

Posting Komentar