Sesuaikan Bentuk Sisir dan Jenis Rambut Agar Hasil Maksimal

Sesuaikan Bentuk Sisir dan Jenis Rambut Agar Hasil Maksimal

Menurut pakar, masih banyak orang yang salah dalam memilih sisir serta tak disesuaikan dengan jenis rambut mereka.

Rambut pun pada akhirnya menjadi kusut, atah bahkan rontok.

Padahal, percaya atau tidak, memilih sisir yang tepat dan sesuai dengan jenis rambut bisa mempercepat pertumbuhan rambut, loh.

"Menurutku sisir adalah salah satu hal terpenting dalam perawatan rambut," ujar hair stylist Paul Edmond.

Sementara itu, CEO dan Founder My Hair Doctor, Guy Parson mengatakan, sisir yang sesuai dan berkualitas bagus bisa lebih tahan lama.

Apalagi, jika dibarengi dengan perawatan yang baik, seperti rajin mencucinya hingga membersihkan rambut yang tersangkut.

Trikolog di Philip Kingsley, Anabel Kingsley juga menganjurkan menyisir sekali dalam sehari.

Menyisir terlalu sering juga bisa menyebabkan kulit kepala dan folikel rambut rusak yang pada akhirnya bisa menimbulkan ketombe.

Jadi, sisir apa yang sesuai dengan jenis rambut?

1. Rambut kribo

Charlotte Mensah, pemilik dan direktur artistik Hair Lounge Salon mengatakan bahwa sisir dengan sikat dan gagang lebar adalah yang terbaik untuk rambut kribo.

"Sisir dengan gagang lebar cocok untuk rambut kribo dan keriting karena akan memudahkan jari untuk bergerak tanpa menarik rambut dengan kasar.

2. Rambut tebal dan bergelombang

Mensah menjelaskan, sikat bagian sikat sisir baik untuk mendistribusikan minyak ke seluruh batang rambut.

Untuk meluruskan rambut yang kusut dengan cepat, cobalah pilih sisir dengan sikat berbahan nilon.

"Bahan nilon sangat kaku dan bisa dengan baik merapikan rambut yang panjang dan tebal," kata Guy Parsons.

3. Rambut lurus

Parsons menyarankan mereka yang memiliki rambut lurus untuk memilih sisir jenis lain di samping sisir dengan sikat nilon.

Sisir dengan bahan bulu menurutnya paling cocok untuk mereka yang berambut lurus karena memiliki permukaan yang lembut.

"Sisir nilon terlalu kuat dan agresif untuk rambut lurus," kata Parsons.

4. Rambut keriting

Sisir dengan sikat lebar menjadi opsi tepat untuk mereka yang memiliki rambut keriting. Sebab sisir ini bisa meminimalisasi pergesekan dan tarikan.

5. Rambut rusak

Menurut Paul Edmonds, rambut akan lebih mudah rusak saat basah karena partikel lambut bersatu dan lebih ringkih.

Ia menyarankan penggunan sisir dengan gigi renggang seperti seperti paddle brush untuk meminimalisasi tarik-menarik rambut.

Jenis dan Tanda Ciuman Bisa Tularkan Sariawan

Jenis dan Tanda Ciuman Bisa Tularkan Sariawan

Berciuman menjadi salah satu aktivitas yang membahagiakan apabila dilakukan bersama orang terkasih. Perasaan bahagia akan diperoleh seusai berciuman. Namun, tahukah Anda terdapat bahaya di balik ciuman tersebut.

Salah satunya, ciuman bisa menjadi media penyebaran sariawan. Demikian dikatakan Ketua Ikatan Spesialis Penyakit mulut Indonesia, drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, Ph.D.

Sariawan sendiri dicetuskan oleh beragam faktor, seperti trauma, hormonal, keturunan, dan kekurangan zat besi serta asam folat. Sariawan seperti ini termasuk jenis yang normal.

Namun, ada juga sariawan yang tidak normal, yang merupakan akibat serangan virus.

Lantas sariawan yang seperti apa yang akan ditularkan lewat ciuman? Rahmi menjawab, sariawan yang disebabkan viruslah yang dikhawatirkan akan menjangkit lawan ciuman kita.

Akibat Virus

“Kenali dulu sariawan yang kita derita. Apabila salah satunya karena virus, maka ciuman menjadi salah satu cara menularkan sariawan tersebut,” ujarnya pada Kamis (29/3/2018).

Proses penularan sariawan lewat ciuman dimulai saat bibir bersentuhan. Lalu ketika bibir terbuka, virus akan berpindah.

Apalagi, ciuman seringkali melibatkan proses pertukaran air liur. Padahal, air liur menjadi hunian kesukaan virus.

“Air liur bisa mengandung mikroorganisme seperti virus. Dari situ ciuman menularkan sariawan,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan berapa banyak virus yang masuk ke mulut lawan ciuman. Hal ini lantaran belum ada penelitian yang mengamati hal tersebut.

Untuk itu, Rahmi menyarankan, sebaiknya kontak langsung lewat ciuman dengan pasien sariawan karena virus ditunda terlebih dahulu.

Ini untuk mencegah penyebaran sariawan dan penyakit lainnya. Selain itu, tidak melakukan ciuman ketika sariawan bisa mengurangi tingkat keparahannya.

Pasalnya, luka sariawan mudah teriritasi dengan aktivitas kecil seperti membuka mulut, makan, apalagi jika berciuman.

Tandanya

Untuk diketahui, serangan virus pada rongga mulut memang kerap menyebabkan sariawan. Rahmi mengatakan, jenis virusnya seperti human herpes virus, entero virus, virus HIV, dan virus kosaki. Virus tersebut bersarang di cekungan sariawan.

Kemudian, masyarakat juga perlu mengetahui tanda sariawan karena virus.

Umumnya, sariawan akibat virus berbentuk lenting dengan dasar berisi air. Ukurannya kecil dan jumlahnya banyak. Biasanya, sariawan jenis ini menggerombol dalam satu bagian di rongga mulut.

“Tanda khas lain dibandingkan sariawan normal adalah disertai demam dan gusi bengkak,”ucap Rahmi.