Tempatnya Mendapat Informasi Dunia
Posting oleh Teddy pada , | Februari 28, 2020 Berkomentar
Goldstar 360

Duduk-duduk santai alias nongkrong bersama teman di bar, kafe atau tempat hiburan lainnya, telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Nongkrong di bar bareng teman merupakan hal yang sangat menyenangkan. Apalagi tempat tongkrongannya nyaman dan asyik seperti beberapa Rooftop Bar Di Bandung ini, pastinya betah banget.

Ada beberapa orang berpendapat bahwa, kegiatan nongkrong atau hangout tampak tak bermanfaat selain membuang waktu sia-sia. Namun, ternyata nongkrong bersama teman punya manfaat positif. Apa sajakah itu? Berikut diantaranya.

Refreshing

Nongkrong sama temen merupakan salah satu cara seseorang untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas. Makanya, Feedy bilang salah satu manfaat nongkrong adalah buat refreshing diri kamu bersama orang-orang yang memang sehati sama kamu.

Belajar

Manfaat nongkrong yang lain yaitu kamu bisa mendapat pelajaran yang kadang tidak kamu temui di sekolah atau kuliah. Sebab, terkadang nongkrong tidak cuma haha-hihi doang. Kalau di tongkronganmu ada yang punya keahlian khusus atau pintar, cobalah belajar sesuatu darinya. Biar kamu jadi ikutan pintar.

Memperluas Networking

Gara-gara nongkrong, kamu bisa kenal sama temannya teman. Ini artinya kamu memperluas networking kamu. Perlu kamu tahu, networking atau jaringan pertemanan itu penting banget, lho. Banyak yang bisa kamu dapat dari hal ini, di antaranya kerjaan, rekan bisnis, bahkan jodoh.

Menghindari Kesepian

Sebagian orang yang terlalu keras terhadap dirinya sendiri biasanya bekerja cukup giat. Hal tersebut sebenarnya baik. Ada banyak pencapaian yang diraih. Namun manusia bukan robot yang bisa diperas energinya terus menerus. Mereka butuh interaksi.

Banyak pekerja keras di perkotaan merasa kesepian. Mereka menghabiskan banyak waktunya untuk bekerja dalam tekanan dateline. Jika mulai timbul rasa kesepian, maka carilah teman untuk diajak berbincang. Hal tersebut penting untuk sekadar share atau cerita sesuatu diluar aktivitas pekerjaan yang formal.

Menambah Wawasan dan Pengalaman Hidup

Sebagai manusia kita perlu menambah wawasan, atau belajar pengalaman hidup orang lain agar kita bisa lebih luas memandang kehidupan. Ketika berbincang dengan teman-teman, kita akan saling bertukar pikiran, kadang secara tidak langsung cerita pengalaman pribadi, entah pengalaman pahit atau buruk.

Apa yang disampaikan teman kita bisa menjadi pelajaran penting untuk diri kita. Makanya kurang tepat kalau berbincang itu hanya membuang waktu, justru itulah moment yang harusnya dimanfaatkan untuk saling mengisi satu sama lain.

Mencurahkan Isi Hati

Sebagaimana manusia yang memiliki perasaan, kamu perlu mencurahkan perasaan. Gejala negatif di era digital sekarang, banyak sekali curahan hati diluapkan ke sosial media, padahal itu media publik. Meski sudah dicurahkan ke sosial media, sayangnya orang tidak lekas merasa lega. Justru semakin was was karena akan dibaca oleh banyak orang. 

Selain itu, mencurahkan perasaan ke sosial media rasanya jauh berbeda, dibandingkan dicurahkan kepada teman. Berbincang dengan teman adalah cara efektif agar apa yang terpendam di hati tidak menjadi ledakan dikemudian hari.

Memperkuat Bonding atau Ikatan

Waktu kamu nongkrong, nggak mungkin dong ngobrol serius terus. Apalagi biasanya di dalam sebuah kelompok pasti ada saja anak yang banyolnya luar biasa. Nah, dari sini kamu bisa jadi lebih akrab satu sama lain. 

Hal ini juga bisa melatih kamu untuk lebih perhatian pada teman-temanmu. Saat temanmu membutuhkan bantuan, kalian bisa bersama-sama memberikan pertolongan. Saat temanmu patah hati, kalian bisa menertawakannya bersama-sama sehingga sakit itu perlahan menghilang.
Posting oleh Teddy pada , , | Februari 25, 2020 Berkomentar
Bed pasien

Beberapa orang lebih memilih untuk menjalani perawatan di rumah dibanding harus terus bermalam di rumah sakit. Ada banyak faktor yang membuat seorang pasien lebih merasa nyaman untuk dirawat di rumah, mulai dari keuangan hingga kenyamanan. Meski menjalani perawatan di rumah, pasien tetap harus mendapatkan fasilitas seperti di rumah sakit agar perawatan kesehatannya bisa dilakukan dengan lebih maksimal. Salah satu fasilitas yang cukup penting adalah kasur atau bed pasien

Supaya dapat memilih ranjang yang tepat untuk perawatan di rumah, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

1. Pilih yang memiliki matras antiluka

Seorang pasien dengan penyakit yang cukup parah tentu akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka di ranjang. Hal ini berpotensi membuat bagian tubuh mereka luka atau lecet karena terus berada di posisi yang sama dalam waktu yang lama. Maka, ketika memilih ranjang untuk mereka, pilihlah yang memiliki matras antiluka dengan bahan yang tidak berbahaya. Anda juga bisa memilih matras anti-decubitus yang bisa disesuaikan dengan postur tubuh pasien.

2. Cari tiang infus dengan roda

Jika pasien masih bisa untuk bangkit dan berjalan dari ranjang, misalnya untuk keperluan ke kamar mandi, maka Anda perlu memilih ranjang yang memiliki fasilitas tiang infus yang dilengkapi roda. Ranjang seperti ini akan memudahkan akses dan fleksibilitas pasien saat harus berjalan dan turun dari ranjang. 

3. Pilih kasur yang tepat

Kasur dengan busa anti-decubitus memang lebih fleksibel karena bisa disesuaikan dengan postur tubuh  pasien. Namun, kasur seperti ini tidak akan cocok untuk pasien yang memiliki penyakit tulang belakang atau pasien obesitas. Pada pasien dengan penyakit tulang belakang, kasur semacam ini dapat membahayakan posisi tulang belakang mereka seperti bergeser saat bergerak, membuatnya sulit atau malas bergerak. Jadi, pilihlah kasur atau matras yang memang sesuai dan dibutuhkan oleh si pasien.

4. Pilih model yang tepat

Ada dua model ranjang pasien yang banyak terdapat di pasaran, yaitu ranjang elektrik dan manual. Ranjang elektrik memiliki harga yang lebih mahal dari ranjang manual. Namun ranjang elektrik bisa memudahkan pasien untuk mengatur kenyamanan posisi tidurnya. Ranjang manual bisa Anda gunakan untuk pasien yang masih bisa turun atau melakukan aktivitas lain di luar ranjang. 

Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan ukuran ranjang dengan kapasitas ruangan di rumah Anda. 

Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memilihkan kasur untuk pasien yang akan melakukan rawat jalan di rumah. Dengan pemilihan ranjang yang tepat, pasien tentu bisa merasa lebih nyaman saat menjalani perawatan di rumah. 
Posting oleh Teddy pada , | Februari 24, 2020 Berkomentar
Inspeksi mobil
Inspeksi Mobil Bekas oleh Tim Otospector
Membeli mobil bekas rasa baru, siapa bilang tidak bisa? Selama Anda membeli mobil bekas pada penjual yang kredibel, kemungkinan bisa mendapatkan mobil bekas berkualitas masih sangat besar. Inspeksi mobil bekas yang Anda lakukan bersama rekan yang ahli bakal menjawab orisinalitas tersebut. Kalau Anda masih agak awam di bidang pengecekan mobil bekas, sebaiknya simak 5 faktor yang menentukan mobil bekas masih orisinil berikut ini. 

1. Bodi mobil yang terlihat masih mulus 

Ada cara tersendiri dalam membedakan mobil mulus karena cat mobil masih orisinil atau mengalami perbaikan cat beberapa kali. Jangan hanya tergoda pada cover luar saja sebelum melakukan pengecekan lebih jeli, misalnya mengecek cat pada bagian bumper, side skirt dan bagian lain. 

2. Minim bekas tabrakan 

Mobil yang pernah mengalami tabrakan baik sedikit atau ringsek cukup banyak pasti memiliki penurunan harga. Jejak atau riwayat tabrakan bisa Anda lihat lebih jeli meskipun pemilik telah melakukan perbaikan cat pada bodi mobil tersebut. Oleh sebab itu, penting sekali mengajak ahli dalam melakukan inspeksi mobil agar Anda tidak mudah terpercaya harga jual mobil yang murah. 

3. Bekas dempulan 

Bagaimana cara mengecek ada bekas dempulan pada bodi mobil yang hendak Anda beli? Anda bisa mencoba cara simpel yaitu mengetuk beberapa bagian mobil berulang kali. Bunyi yang muncul bakal terasa nyaring kalau mobil bekas yang Anda beli masih orisinil. 

Sebaliknya, suara kurang nyaring bakal terdengar saat Anda mengetukkan tangan di bodi mobil yang telah mengalami perbaikan. Suara yang muncul bakal lebih berat dibandingkan mobil asli yang mengeluarkan suara nyaring seperti kaleng. 

4. Membedakan mobil cat orisinil dengan cat baru 

Mobil bekas tentu memiliki perubahan warna cat yang terlihat sebab pemakaian waktu yang bertahun-tahun. Wajar saja kalau Anda mendapatkan mobil bekas yang memiliki tampilan cat kurang sempurna. Tentu mobil dengan cat orisinil memiliki nilai yang lebih tinggi meskipun Anda membandingkan dengan mobil yang terlihat lebih kinclong akibat perbaikan cat baru.

5. Keaslian interior 

Tak hanya eksterior atau cat bodi mobil saja yang menjadi patokan dalam membeli mobil bekas asli, Anda juga harus mengecek keaslian interior. Anda bisa mengecek kabin, fitur dan aksesoris pada mobil untuk mendapatkan penilaian tersendiri. Fitur yang tidak berfungsi atau aksesoris banyak yang hilang merupakan tanda sang pemilik kurang memperhatikan mobil yang dimiliki. Bisa jadi ada kerusakan pada bagian lain yang harus Anda temukan lebih jeli. 

Berdasarkan ulasan singkat di atas, Anda bisa mendapatkan pemahaman mengenai cara mengecek mobil bekas yang masih orisinil. Anda bisa menggunakan jasa cek mobil bekas dari Otospector untuk mengetahui orisinalitas mobil yang dijual. Mengetahui kerusakan atau kekurangan sejak dini bisa menekan risiko kerugian setelah transaksi jual beli mobil bekas disepakati.